PENGEMBANGAN MEDIA POWERPOINT INTERAKTIF PADA MATA KULIAH TEKNOLOGI PENDIDIKAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM STRATA SATU (S1)

TESIS

OLEH

MUHAMMAD NUZLI

NIM. A2E009073

UNIVERSITAS JAMBI

PROGRAM PASCASARJANA

PROGRAM MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN

2015


Pembimbing I,

Dr. H. Martinis Yamin, M.Pd

NIP. 19601103 198903 1 002

Pembimbing II,

Prof. Drs. Damris M, M.Sc., Ph.D

NIP. 19660519 199112 1 001

ABSTRAK

Muhammad Nuzli. 2015. Pengembangan Media PowerPoint Interaktif pada Mata Kuliah Teknologi Pendidikan Program Studi Pendidikan Agama Islam Strata Satu (S1), Pembimbing: (I) Dr. H. Martinis Yamin, M.Pd, (II) Prof. Drs. Damris M, M.Sc., Ph.D

Kata kunci: media powerpoint interaktif, mata kuliah teknologi pendidikan

Tujuan utama dalam penelitian ini untuk menghasilkan media PowerPoint interaktif yang dikemas melalui CD, dengan cakupan mulai dari standar kompetensi mata kuliah, kompetensi dasar, materi pembelajaran sampai pada evaluasi pembelajarannya.

Telah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode penelitian pengembangan (Development Research) dengan beberapa langkah yang dilakukan yaitu, studi literatur, studi lapangan tentang bentuk proses pembelajaran, deskripsi dan analisis temuan potensi dan masalah, mendesain dan menyusun perangkat PowerPoint interaktif, uji coba kelompok kecil, revisi produk, uji coba lapangan, revisi produk, dan produksi masal.

Hasil penelitian yang diperoleh meningkatnya kompetensi mahasiswa setelah menggunakan media PowerPoint interaktif ini dibandingkan dengan sebelum menggunakan media tersebut, hasil validasi materi pembelajaran memperoleh skor 75%, validasi desain pembelajaran memperoleh skor 75%, dan validasi media pembelajaran memperoleh skor 75,125%. Pada uji coba kelompok kecil diperoleh perbedaan/selisih skor antara pretest dengan postest sebanyak 18,33%. Pada uji coba lapangan diperoleh rata-rata perbedaan/selisih skor antara pretest dengan postest sebanyak 1,275.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan media PowerPoint interaktif pada mata kuliah teknologi pendidikan dapat membantu mahasiswa dalam meningkatkan kompetensinya pada mata kuliah teknologi pendidikan. Dan disarankan kepada pengguna untuk memahami dengan baik beberapa petunjuk dalam pemanfaatan media PowerPoint interaktif ini, kemudian materi pembelajaran maupun tampilan secara keseluruhan dapat disempurnakan lebih lanjut.

ABSTRACT

Muhammad Nuzli.2015. Developing Interactive Media of Power Point in Education Technology Course of Islamic Education Undergraduate Study Program. First Advisor; Dr. H. Martinis Yamin, M.Pd, Second Advisor, Prof. Drs. Damris M, M.Sc, Ph.D

Key words: Interactive Media of Power Point, Education Technology Course

This research was based on the findings of problems faced by the students in STAI SMQ Bangko in comprehending the learning materials. They have different speed which requires learning media that might help the to study independently and repeatedly based on their own time and chances in which the learning activities in class was considered conventional where many of them were still Teacher-Centred Learning, not Student-Centred Learning, the learning processes which were carried out did not meet the objectives of the learning itself, and limited time in achieving the competences, where the course with two (2) credits have only 2 x 50 minutes. The potential and problems need applicable innovations, such as the development of interactive PowerPoint media.

The main purpose of this research was to produce interactive media of Power Point in CD form, covering the course competences standards, basic competences, learning materials as well as the learning evaluation.

To achieve the aims, a research has been conducted by using developmental research method (Development Research) with several steps, namely, literature studies, field studies about the forms of the learning process, description and analysis of the findings of the potential and problems, designing and arranging the interactive PowerPoint software, small group trial, product revision, field trials, product revision, and massive production.

The results obtained showed that there was improvement of the students’ competences after the use of interactive media of Power Point compared to the learning before the media used. The validation result of the learning materials obtained was 75%, instructional design validation gained 75%, and the validation of learning media obtained 75.125%. In the small group trial there was difference between pre-test and post test scores for 18.33%. Whereas, in the field trial gained an average difference between pre and post-test score was 1.275.

The research concluded that the development of interactive PowerPoint media in educational technology courses has helped the students to improve their competence in the subject of educational technology. It is suggested to the users to understand well some of the instructions in using the interactive PowerPoint media, and learning materials as well as their overall appearance so that any weaknesses in applying the media can be improved.

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Dengan pendidikan manusia dapat merubah pola pikir dan kwalitas kehidupan kearah yang lebih baik dari masa lalu. Kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang dapat dinikmati pada saat ini merupakan penemuan terdahulu, yang tujuannnya antara lain untuk membentuk manusia sesuai yang diinginkan.

Salah satu bidang pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan sumbangan yang sangat besar dari perkembangan pendidikan adalah bidang Teknologi Pendidikan. Teknologi pendidikan atau teknologi pembelajaran yang juga sering disebut dengan Educational Technology atau Instructional Technology yang pada hakikatnya adalah belajar, sebagaimana yang dikemukakan oleh Miarso (2005: 193) bahwa teknologi pembelajaran adalah “suatu disiplin yang berkepentingan dengan pemecahan masalah belajar dengan berlandaskan pada serangkaian prinsip dan menggunakan berbagai macam pendekatan. Masalah belajar itu terdapat di mana saja, pada siapa saja (orang maupun organisasi), kapan saja dan mengenai apa saja”.

Pada Perguruan Tinggi Agama Islam Program Studi Pendidikan Agama Islam Teknologi Pendidikan merupakan salah satu mata kuliah, kehadiran mata kuliah ini diharapkan mampu memberikan wawasan dan pemahaman tentang teknologi pendidikan sebagai konsep, teknologi pendidikan sebagai teori dan teknologi pendidikan sebagai aplikasi dalam praktek pendidikan. Dengan demikian seorang tenaga pendidik pada perguruan tinggi haruslah mampu menciptakan bagaimana mahasiswanya dapat belajar dengan baik, baik dilihat dari tingkat efektivitasnya, baik dalam efisiensi waktu yang dibutuhkan, kemudian baik pula hasil belajar yang dicapai.

Sehubungan itu yang dikatakan dengan tenaga pendidik sebagaimana dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 6 (2009: 61) bahwa “Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan”.

Seorang dosen pada perguruan tinggi dalam mengembangkan tugasnya hendaklah profesional sebagaimana yang disebutkan dalam pasal 39 ayat 2 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 (2009: 80) bahwa “Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi”.

Profesional dalam melaksanakan tugas tentulah banyak hal yang harus dilakukan, mulai dari tingkat bagaimana seorang dosen mampu merencanakan proses pembelajaran yang akan dilakukan, sampai kepada bagaimana melaksanakan pembelajaran itu sendiri hingga pada akhirnya bagaimana menilai hasil pembelajaran itu sendiri. Hal ini dilakukan tidak lain dan tidak bukan untuk mewujudkan tujuan pembelajaran yang telah direncanakan.

Untuk mencapai tujuan pembelajaran tentulah banyak hal yang mempengaruhinya, antara yang tidak kalah pentingnya dalam mencapai tujuan pembelajaran adalah terciptanya proses pembelajaran yang bermakna, yang efektif, efisien dan lain sebagainya.

Pencapaian tujuan pembelajaran dengan hasil yang baik tidaklah mudah, melalui penelitian ini yang memandang bahwa dengan pengembangan media pembelajaran yang interaktif diharapkan akan mempermudah dalam proses pembelajaran dan mampu memperoleh hasil belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.

Kemajuan produk-produk teknologi memberikan potensi kepada kita semua untuk dapat dimanfaatkan dan didayagunakan, dengan pendayagunaan produk-produk teknologi akan memiliki nilai tambah dalam proses pembelajaran. Kemampuan untuk memanfaatkan produk-produk teknologi senantiasa diharapkan, di antara produk-produk teknologi dalam dunia pendidikan di titik beratkan pada pemanfaatan produk teknologi multimedia, salah satunya adalah teknologi yang interaktif yang mampu memenuhi kebutuhan yang belajar. Dengan pemanfaatan multimedia pendidikan yang interaktif juga diharapkan mampu menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Selain itu produk-produk teknologi yang lain juga memberikan peluang atau potensi untuk dimanfaatkan, seperti:

  1. Suatu kewajiban sebuah perguruan tinggi harus memiliki laboratorium komputer yang bila harus dilengkapi dengan jaringan internet, dalam rangka menunjang proses pembelajaran,
  2. Kebanyakan perguruan tinggi telah mensyaratkan standar mutu kelulusan mahasiswa yang dituntut mampu menggunakan komputer seperti program aplikasi pengolah kata dan aplikasi pengolah angka dan lain sebagainya, lebih-lebih penyelenggaraan pendidikan tinggi pada program studi pendidikan, hingga lulusan perguruan tinggi tersebut mampu menggunakan media pembelajaran yang berbasis teknologi canggih,
  3. Adanya warung-warung internet dan rental-rental komputer serta lembaga-lembaga kursus komputer yang menjamur di mana-mana memberikan kesempatan dan peluang bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan komputer,
  4. Kurikulum pendidikan yang diterapkan di sekolah, mulai dari Kurikulum Berbasis Kompetensi pada tahun 2004 sampai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006 pada satuan pendidikan menengah sederajat telah ada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), di mana mata pelajaran ini menuntut siswa memiliki kompetensi di antaranya adalah mempraktekkan keterampilan dasar komputer dan lain sebagainya,
  5. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dalam mata kuliah Teknologi Pendidikan, yang mengharuskan mahasiswa untuk memanfaatkan teknologi yang canggih seperti standar kompetensi mahasiswa memiliki wawasan dan pemahaman tentang Teknologi Pendidikan sebagai konsep, teori dan aplikasi dalam praktek pendidikan, dan dengan kompetensi dasar yaitu:  memahami konsep dasar teknologi pendidikan, memahami teknologi sebagai pendekatan teori (software), Memahami teknologi sebagai pendekatan aplikasi (hardware), memahami perkembangan teknologi komunikasi pendidikan, memahami media pendidikan dalam proses pembelajaran, memahami macam-macam dan pembagian media pendidikan, memahami produksi media cetak, dan memahami produksi media non cetak.

Semua potensi ini akan berkembang dan pada hakikatnya potensi tersebut dapat juga dikatakan dengan masalah, atau sebaliknya bahwa masalah dapat juga dikatakan dengan potensi kenapa penelitian dan pengembangan ini harus dilakukan. Sehubungan dengan hal tersebut ada beberapa hal yang dapat dikatakan suatu masalah yang terjadi di lapangan, seperti:

  1. Kemampuan mahasiswa memahami materi pembelajaran memiliki kecepatan yang berbeda-beda,
  2. Mahasiswa membutuhkan suatu media pembelajaran yang dapat membantu untuk belajar secara berulang-ulang pada waktu dan kesempatan belajar yang lain,
  3. Proses pembelajaran dilakukan di kelas masih bersifat konvensional, di mana lebih banyak menggunakan pendekatan metode ceramah hingga terjadinya pembelajaran yang disebut dengan Teaching Center Learning bukan Student Center Learning,Proses pembelajaran yang dilakukan belum aplikatif terhadap apa yang menjadi tujuan belajar itu sendiri,
  4. Waktu yang terbatas dalam memahami materi pembelajaran, di mana mata kuliah dengan 2 (dua) SKS (Sistem Kredit Semester) hanya memiliki waktu 2 × 50 menit, untuk memahami dan mencapai kompetensi yang telah ditetapkan.

Selain itu sebagaimana yang dikemukakan oleh Downes (1998) bahwa:

(“Using The Computer at Home”) has been researching extensively the use of computers in Australian homes. Statistics about Australian use of home computers indicate the same factor as in the UK, that there is a definite gap between technology rich homes and those which are technologically poor. Many children considered that they learnt useful skills from playing computer games and the concept of ‘play’ was very important in their computer use. Much activity was concerned with school work, with which parents helped considerably. The majority of children preferred to work on the computer at home rather than at school and were often indignant about the lack of organizational control at school over regulating equal access. A teacher’s program for utilizing computer work in the classroom with her children is included.

Kutipan di atas, Toni Downes telah mengadakan penelitian terhadap penggunaan komputer di rumah di Australia, terjadi perbedaan yang jelas bahwa anak-anak yang kaya akan teknologi di rumahnya memiliki keterampilan yang lebih baik dibandingkan dengan anak-anak yang miskin teknologi di rumahnya.

Hal tersebut mulai dari potensi yang ada dan dengan masalah yang harus dihadapi, maka salah satu solusi perlu adanya pengembangan media PowerPoint interaktif pada mata kuliah teknologi pendidikan. Di mana dengan pengembangan media pembelajaran interaktif ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap kompetensi yang harus dicapai.

Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik untuk mengadakan penelitian pengembangan secara intensif dengan judul “Pengembangan Media PowerPoint Interaktif pada Mata Kuliah Teknologi Pendidikan Program Studi Pendidikan Agama Islam Strata Satu (S1)”. Dengan mengadakan penelitian atau uji coba produk yang dikembangkan pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Maulana Qori (STAI SMQ) Bangko Kabupaten Merangin Provinsi Jambi.

  • Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka dapat dikemukakan rumusan masalah adalah “Media PowerPoint Interaktif pada Mata Kuliah Teknologi Pendidikan yang seperti apakah yang mampu memenuhi kebutuhan mahasiswa pada mata kuliah teknologi pendidikan Program Studi Pendidikan Agama Islam”. Dari rumusan masalah yang bersifat umum tersebut, maka dapat dirumuskan masalah secara khusus yaitu:

  1. Bagaimana mengembangkan media PowerPoint interaktif pada Mata Kuliah Teknologi Pendidikan Program Studi Pendidikan Agama Islam?
  2. Apakah produk yang dikembangkan efektif sebagai media PowerPoint interaktif pada Mata Kuliah Teknologi Pendidikan Program Studi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Maulana Qori (STAI SMQ) Bangko?


  • Tujuan Pengembangan

Pengembangan media PowerPoint interaktif pada teknologi pendidikan bertujuan untuk:

  1. Mengetahui pengembangan media PowerPoint interaktif pada Mata Kuliah Teknologi Pendidikan Program Studi Pendidikan Agama Islam,
  2. Mengetahui efektivitas produk yang dikembangkan sebagai media PowerPoint interaktif pada Mata Kuliah Teknologi Pendidikan Program Studi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Maulana Qori (STAI SMQ) Bangko.

  • Spesifikasi Produk yang Diharapkan

Adapun spesifikasi produk yang diharapkan dengan penelitian dan pengembangan media PowerPoint interaktif pada Mata Kuliah Teknologi Pendidikan yang dikemas dalam sebuah produk berbentuk Compact Disc (CD) yang dapat dimanfaatkan dalam mata kuliah Teknologi Pendidikan. Di mana isi produk tersebut antara lain adalah:

  1. Judul dengan design yang menarik perhatian sebagai motivasi untuk mengetahui isi produk,
  2. Petunjuk umum penggunaan media yang dikembangkan, ini merupakan petunjuk bagi mahasiswa dalam menggunakan media PowerPoint interaktif pada mata kuliah teknologi pendidikan,
  3. Pendahuluan yang mengemukakan pentingnya pemanfaatan media PowerPoint dalam pembelajaran, dan memberikan pemahaman bagaimana proses pemanfaatan media PowerPoint interaktif yang dikembangkan ini,Standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai oleh mahasiswa setelah belajar dengan menggunakan media PowerPoint interaktif pada mata kuliah teknologi pendidikan,Materi pembelajaran yang berkenaan dengan pemahaman konsep sampai kepada aplikasi dalam proses pembelajaran dengan memanfaatkan PowerPoint interaktif,Evaluasi atau penilaian yang merupakan alat untuk mengetahui tingkat keberhasilan belajar setelah mahasiswa melakukan pembelajaran dengan menggunakan media PowerPoint interaktif pada mata kuliah teknologi pendidikan tersebut, yang pada akhirnya tingkat keberhasilan belajar yang telah diperoleh dapat diketahui secara langsung oleh mahasiswa,About/Help merupakan Petunjuk Penggunaan Media PowerPoint Interaktif yaitu tentang penggunaan tombol Home, Next, Previous, Exit dan Mouse Over, Hyperlink atau Link Action, serta fungsi klik pada mouse,
  4. Penutup, ucapan terima kasih pada Dosen Pembimbing dan Validator serta memberikan informasi singkat tentang diri pengembang produk.

Produk pengembangan media PowerPoint interaktif pada mata kuliah teknologi pendidikan yang dikemas ke dalam CD yang berisi hasil editing akhir materi pembelajaran, di mana produk yang dihasilkan yang telah divalidasi oleh para ahli, dan diuji coba oleh pengguna dan kemudian produknya direvisi.

  • Pentingnya Pengembangan

Penelitian dan pengembangan ini dirasakan sangat penting sebagaimana permasalahan-permasalahan yang dikemukakan pada latar belakang masalah, yang diharapkan menjadi suatu solusi. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Sukmadinata (2005: 164) bahwa dengan penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) adalah suatu strategi atau metode penelitian yang cukup ampuh untuk memperbaiki praktik.

Menurut Florida State University (2011: 104) bahwa educational experiences that involve the learner physically and that give concrete examples are retained longer than abstract experiences such as listening to a lecture. Instructional media help add elements of reality-for instance, including pictures or highly involved computer simulations in a lecture. Kutipan tersebut dapat dipahami bahwa belajar dengan menggunakan media pembelajaran memberikan pengalaman dalam proses pembelajaran yang melibatkan pelajar secara fisik dan dapat memberikan contoh-contoh konkret yang dapat bertahan lebih lama bila dibandingkan dengan memberikan pengalaman abstrak seperti mendengarkan ceramah. Dengan adanya media pembelajaran dapat membantu menambah unsur-unsur yang realitas, seperti, gambar atau simulasi komputer yang sangat terlibat dalam kuliah.

Lebih lanjut melalui penelitian dan pengembangan ini diharapkan hasil yang dicapai akan meningkat dan memberikan pemahaman yang dalam terhadap mata kuliah teknologi pendidikan. Selain itu juga diharapkan mahasiswa mampu memanfaatkannya dalam praktek pendidikan.

Kemudian Ricey & Klein (2007: 1) mengemukakan bahwa “the systematic study of design, development and evaluation processes with the aim of establishing and emperical basis for the creation of instructional and non-instructional product and tools and new or enhanced models that govern their development“. Dengan adanya penelitian dan pengembangan yang dilakukan melalui studi yang sistematis dari proses yang telah dirancang, diharapkan dapat membangun dan memberikan pengalaman untuk menciptakan suatu produk yang digunakan dalam pembelajaran dan non-pembelajaran dengan menggunakan media dan model baru dalam pembelajaran yang disempurnakan sesuai dengan perkembangan para pebelajar masing-masing.

Hal yang sama juga kemukakan Seels & Richey yang dikutip oleh Rita, James & Wayne (tt, 1099) bahwa “Developmental research, as opposed to simple instructional development, has been defined as “the systematic study of designing, developing and evaluating instructional programs, processes and products that must meet the criteria of internal consistency and effectiveness”. Dengan adanya penelitian dan pengembangan ini yang melalui rancangan studi yang sistematis, kemudian dikembangkan dan dievaluasi dalam proses pembelajaran dengan produk yang memenuhi konsistensi dan efektivitas para pengguna. Atau dengan kata lain bahwa produk yang akan dibuat didesain sedemikian rupa, kemudian dikembangkan dan evaluasi sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

Kemudian dengan adanya pengembangan media PowerPoint interaktif pada mata kuliah teknologi pendidikan ini juga diharapkan dapat mengatasi permasalahan antara lain:

  1. Mengatasi masalah belajar dalam mencapai tujuan pembelajaran yang dilakukan oleh masing-masing mahasiswa,
  2. Membantu dosen mata kuliah teknologi pendidikan dalam menyampaikan materi pembelajaran secara lebih efektif dan efisien.

  • Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan

Dalam bagian ini akan dibahas dua hal yaitu asumsi perlunya pengembangan media PowerPoint interaktif pada mata kuliah teknologi pendidikan Program Studi Pendidikan Agama Islam, dan keterbatasan-keterbatasan dalam pengembangan media PowerPoint interaktif pada mata kuliah teknologi pendidikan itu sendiri, dengan uraiannya sebagai berikut:

  1. Asumsi Pengembangan

Sebagaimana yang dikemukakan oleh Downes (1998) bahwa: that there is a definite gap between technology rich homes and those which are technologically poor. Kesenjangan antara anak yang memiliki kaya teknologi di rumah dengan anak yang miskin teknologi di rumahnya, terbukti di Australia dan Inggris anak yang kaya teknologi di rumah memiliki keterampilan yang lebih baik dibandingkan anak yang miskin teknologi di rumah.

Adapun yang menjadi asumsi dalam pengembangan media PowerPoint interaktif pada mata kuliah teknologi pendidikan Program Studi Pendidikan Agama Islam ini adalah sebagai berikut:

  1. Kurikulum pendidikan yang diterapkan di sekolah mulai dari KBK sampai KTSP mensyaratkan penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK),
    1. Tuntutan kompetensi guru dan atau calon guru harus mampu berinteraksi dengan alat teknologi informasi dan komunikasi yang lebih baik,
    1. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dalam mata kuliah Teknologi Pendidikan yang mengharuskan mahasiswa untuk memanfaatkan teknologi yang lebih canggih.
    1. Keterbatasan Pengembangan

Ada beberapa keterbatasan dalam pengembangan media PowerPoint interaktif pada mata kuliah teknologi pendidikan yaitu:

  1. Sehubungan dengan pembahasan dalam mata kuliah teknologi pendidikan pada Program Studi Pendidikan Agama Islam cukup luas, untuk mengadakan penelitian dan pengembangan secara fokus, maka penelitian dan pengembangan ini difokuskan pada pokok bahasan sebagai berikut: (a) konsep dasar teknologi pendidikan, (b) teknologi sebagai pendekatan dalam problem pendidikan, (c) Teknologi sebagai pendekatan dalam praktek pendidikan, (d) teknologi komunikasi dalam pendidikan, (e) media pendidikan dalam proses pembelajaran, (f) macam-macam dan pembagian media pendidikan,
    1. Evaluasi yang digunakan pada media yang dikembangkan terbatas pada evaluasi pembelajaran sebelum dan sesudah media pembelajaran di uji cobakan.
    1. Definisi Istilah

Untuk mengatasi kesalahan dalam penafsiran terhadap penelitian dan pengembangan yang dilakukan, lebih lanjut akan diberikan penjelasan tentang definisi istilah yang digunakan dalam pengembangan media pembelajaran tersebut sebagai berikut: (1) pengembangan yang dimaksud adalah proses penterjemahan spesifikasi desain ke dalam bentuk fisik, Seels dan Richey (TT, 38). (2) pengembangan media PowerPoint interaktif merupakan media yang disusun berdasarkan integrasi dari beberapa unsur seperti, teks, gambar, suara, video dan lain-lain, sebagaimana yang dikemukakan oleh Rahman (2008: 3) yaitu Typical Multimedia Software

Tabel 1.1: Typical Multimedia Software

MediumTools
TextMicrosoft Word, Corel WordPerpect, Text, Latex
Graphics (L.e., vectors)Corel Draw, Adobe Illustration, Macromedia
Image (L.e., bitmap)Adobe Photoshop, Jase Paint Shop Pro, Macromedia Fireworks
AudioSony Sound Edit Pro, Sony Sound Forge for Windows, Sny Acid, Cakewalk products
Shyntetic Video (animation)AutoDesk AutoCAD, Discreet 3D Studio (MAX), Virtus 3D Website Builder, Macromedia Flash, Electric Image Amorphlum Pro, Alias Maya
Capture VideoAdobe Primiere, Avid, Media 100 Products, Ulead Media Studio Pro, Microsoft MovieMakers, Apple Movie
Authoring System for All MediaMacromedia Director, Macromedia Dreamweaver, Click2learn Toolbook, Microsoft Front Page, Adobe Page Mill, Microsoft PowerPoint with Producer

Sehubungan dengan hal tersebut Smaldino (2012: 5) memberikan contoh format media dan materi pembelajaran, yang dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 1.2: Example of Media Format and Instructional Materials

MediaMedia FormatsInstructional Materials
TextBook, computer softwareThis textbook
AudioCD, live presenter, podcastState of the Union address on webcast
VisualDrawing on interactive white board Photo in a newspaperDrawing of the musical scale Photo of local building
VideoDVD, IMAX documantary film, streamed videoLewis & Clark: Great Journey West
ManipulativeReal or virtual objectAlgebra tiles
PeopleTeachers, subject-matter expertThe chief officer of NASA
  1. PowerPoint yang akan dikembangkan dalam bentuk interaktif menggunakan Microsoft office PowerPoint 2013. Adapun yang menjadi alasan pemilihan Microsoft office PowerPoint 2013 jika dibandingkan dengan versi sebelumnya adalah sebagai berikut:
  2. Tampilan awalsangat membantu dalam memulai slide presentasi dengan pilihan tema-tema baru,
  3. Bisa digunakan pada perangkat layar sentuh sehingga bisa digunakan pada tablet sekalipun,
  4. Menyediakan berbagai fitur dengan pilihan online,
  5. Berbagai fitur untuk mengolah gambar,
  6. Mendukung format multimedia lebih banyak,
  7. Dapat mengambil warna yang akurat,
  8. Presenter view (tampilan layar) saat slideshow memungkinkan kita melihat slide berikutnya,
  9. Dilengkapi fitur Merge Shapes, sehingga kita bisa menggabungkan bentuk-bentuk umum yang kita sisipkan ke dalam slide,
  10. Data slide kita dapat disimpan di SkyDrive,
  11. Aligment Guides secara otomatis muncul ketika ketika objek gambar, bentuk dan lain-lain kurang seimbang dan rata-rata jarak (Kyu, 2014:15-19).

Beberapa alasan dalam memilih Microsoft Office PowerPoint 2013 dapat dijadikan pertimbangan, karena apabila suatu produk telah dilakukan penyempurnaan tentu produk-produk terdahulu memiliki kelemahan dan kekurangan tertentu, maka inilah yang menjadi alasan pengembangan media PowerPoint interaktif yang digunakan adalah versi 2013.

Kemudian Musliadi (2013: 1) mengemukakan bahwa pengembangan Microsoft Office PowerPoint 2013 merupakan penyempurnaan versi sebelumnya dengan tampilan antar muka pengguna mengganti tombol Office Button dengan Tab File, penambahan Ribbon Display Option, dan sebagian kotak Launcher yang ditampilkan pada bagian kiri atau kanan area kerja PowerPoint 2013. Pendapat tersebut memberi gambaran selain alasan-alasan pemilihan PowerPoint versi 2013 juga memberikan kemudahan dan kemenarikan dalam pengembangan media pembelajaran dan penggunaan media PowerPoint tersebut.

Journal En-Greenhouse Vol 1 No 01 (2023)

Terlah tersedia publikasi ilmiah di Journal En-Greenhouse silakan daftarkan akun mu di sini

Jurnal ini

FOKUS

Journal En-Greenhouse (JEG) adalah menyediakan artikel ilmiah kajian-kajian yang berkembang melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan resensi buku.

RUANG LINGKUP 

Journal En-Greenhouse (JEG) menyambut tulisan dari akademisi dan praktisi tentang pendidikan baik teori, filsafat, paradigma konseptual, penelitian akademik, serta praktik lainnya.

Buku Gratis

Silakan kirimkan pesan untuk akses buku gratis