Penerapan disiplin positif ke dalam tiga langkah utama:

1. Teguran Verbal Tenang & Sopan
- Pesan Utama: Dalam mengarahkan atau mengoreksi perilaku murid, guru harus menggunakan nada suara yang tenang dan pilihan kata yang sopan.
- Penggambaran Visual: Terlihat seorang guru pria berjongkok untuk menyamakan pandangan mata (eye level) dengan muridnya. Ia tersenyum ramah dan memberikan arahan positif dengan kalimat, “Mari kita fokus kembali ke tugas ya…”. Ikon papan centang hijau menandakan ini adalah tindakan yang tepat dan direkomendasikan.
2. Tidak Ada Hukuman Fisik atau Intimidasi
- Pesan Utama: Pendisiplinan tidak boleh melibatkan kekerasan fisik, ancaman verbal, atau tindakan yang mengintimidasi mental murid.
- Penggambaran Visual: Terdapat tanda silang merah besar (X) yang mencoret tiga contoh perilaku pendisiplinan negatif:
- Kekerasan fisik (ilustrasi tangan yang dipukul penggaris).
- Hukuman yang mempermalukan (ilustrasi murid disuruh berdiri di pojok dengan topi hukuman).
- Intimidasi verbal (ilustrasi guru dengan ekspresi marah yang menunjuk dan membentak murid).
3. Pendekatan Dialogis untuk Konflik
- Pesan Utama: Penyelesaian masalah, pelanggaran aturan, atau konflik di kelas harus dilakukan melalui diskusi dan dialog, bukan sekadar pemberian sanksi sepihak.
- Penggambaran Visual: Memperlihatkan seorang guru wanita duduk melingkar dengan murid-muridnya, menciptakan suasana yang setara, tenang, dan saling menghargai. Di papan tulis terdapat konsep Segitiga Restitusi, yaitu metode penyelesaian masalah dengan tiga tahapan dialog:
- Stabilkan Emosi: Menenangkan murid yang sedang berkonflik atau bersalah.
- Validasi Tindakan: Memahami alasan di balik perilaku murid.
- Tanyakan Keyakinan: Mengingatkan kembali murid pada kesepakatan atau nilai-nilai kelas yang telah disetujui bersama.